dia lebih muda +/- 16 tahun dari aku
kesan pertamaku waktu liat dia adalah "kurang nyaman"
entah kenapa ku merasa orang ini terlalu ingin menjadi pusat perhatian di setiap lingkungan yang ia masuki
dan dibalik penampilan 'wah' dan senyum serta sapaan ramahnya, aku merasa orang ini "dalam" nya ngga begitu
tapiii.. karena aku aslinya orangnya memang ngga begitu peduli dengan orang lain, jadi ku acuhkan saja
dia ada atau tidak ada dalam hidupku, hidupku ga akan terpengaruh, alias akan jalan terus 😃
= = =
aku ga dekat secara personal sama orang ini, hubunganku sama diapun hanya profesional kerja saja
namun semua berubah +/- 3 tahun yang lalu
aku harus bekerja dalam 1 ruangan sama dia
orang ini mulai "mendekatkan" dirinya sama aku
aku sih welcome2 saja, selama dia baik, akupun akan baik
selama hubungan berjalan baik +/- 1.5th, mulai kelihatan sifat aslinya anak ini
dia keras kepala sekali, arogan, tidak pernah mau mengaku salah apalagi minta maaf
dia sweet mouth dan emosinya ngga stabil
setiap dia lagi ada masalah dirumah, wajah marahnya dibawa ke kantor dan semua orang bisa dijutekin sama dia
awalnya ku mencoba maklum, mengingat masa kecil anak ini tidak bahagia akibat perpisahan orang tuanya, jadi ku pikir dia belum bisa "berdamai" dengan keadaan, jadi emosinya benar2 tidak stabil. sebagai orang yang jauh lebih dewasa, ku mencoba memahami situasi dia
jadi, misal aku ikutan dijutekin sama dia, setiap dia baikin aku lagi, aku selalu menyambutnya dengan tangan terbuka
namun semua berubah +/- 3 tahun yang lalu
aku harus bekerja dalam 1 ruangan sama dia
orang ini mulai "mendekatkan" dirinya sama aku
aku sih welcome2 saja, selama dia baik, akupun akan baik
selama hubungan berjalan baik +/- 1.5th, mulai kelihatan sifat aslinya anak ini
dia keras kepala sekali, arogan, tidak pernah mau mengaku salah apalagi minta maaf
dia sweet mouth dan emosinya ngga stabil
setiap dia lagi ada masalah dirumah, wajah marahnya dibawa ke kantor dan semua orang bisa dijutekin sama dia
awalnya ku mencoba maklum, mengingat masa kecil anak ini tidak bahagia akibat perpisahan orang tuanya, jadi ku pikir dia belum bisa "berdamai" dengan keadaan, jadi emosinya benar2 tidak stabil. sebagai orang yang jauh lebih dewasa, ku mencoba memahami situasi dia
jadi, misal aku ikutan dijutekin sama dia, setiap dia baikin aku lagi, aku selalu menyambutnya dengan tangan terbuka
hingga suatu hari, anak ini menceritakan bahwa ada 1 executive (yang aku kenal lebih dulu dari dia, dia menyebutnya X) sepertinya naksir dia
aku waktu itu percaya saja cerita dia, tapi ga begitu ku pikirkan, aku menempatkan posisiku sebagai pendengar saja
aku waktu itu percaya saja cerita dia, tapi ga begitu ku pikirkan, aku menempatkan posisiku sebagai pendengar saja
pada 1 kesempatan, anak ini cerita bahwa ada 1 rahasia yang ia pegang tentang si X ini dan dia ga bisa cerita sama aku
lagi-lagi ku no comment
karena aku juga ga mau tau tentang rahasia itu
karena aku juga ga mau tau tentang rahasia itu
hingga suatu hari, aku harus membeli bunga duka cita untuk si X ini, karena ibu nya baru saja meninggal dunia
dan aku tau tentang kondisi ibu si X yang sakit2an itu sudah lama, sejak anak ini belum masuk ke lingkunganku malah
saat ku sedang memesan bunga, anak ini datang ke mejaku, ternyata dia mau info bahwa si X sedang tertimpa masalah besar
aku, dengan polosnya "oh tentang ibunya meninggal ? aku udah tau.. ini aku lagi pesan bunga duka cita. ibu nya kan sakit udah lama"
disitu ku lihat wajah anak ini berubah seperti tidak senang dengan jawabanku
ku sempat heran, tapi ku merasa ga ada kata-kataku yang salah, jadi ku cuek saja
anak itu langsung berbalik ke mejanya
aku tetap cuek dan melanjutkan kerja
sore harinya, tanpa sengaja IG story dia lewat di berandaku
disitu ku lihat dia posting tulisan kira2 begini "kamu mempermainkan aku dengan bilang bahwa kamu tidak tau tentang 'rahasia' yang aku maksud, seandainya saja dari awal kamu bilang bahwa kamu tau tentang rahasia itu, kita bisa menjadi teman untuk waktu yang lama. sekarang aku sudah tidak mau berteman denganmu"
kira-kira seperti itu
waktu itu aku ga mengira IG story dia ditujukan ke aku
esoknya dan beberapa hari setelahnya, sikap anak itu berubah, dia menjauhi aku dan jutekin aku
dan dari sumber yang sangat bisa dipercaya, dia bilang bahwa dia kesal sama aku karena aku tau duluan tentang sakitnya ibu si X tapi ngga bilang dia
😂😂😂😂 aku speechless
aku, dengan polosnya "oh tentang ibunya meninggal ? aku udah tau.. ini aku lagi pesan bunga duka cita. ibu nya kan sakit udah lama"
disitu ku lihat wajah anak ini berubah seperti tidak senang dengan jawabanku
ku sempat heran, tapi ku merasa ga ada kata-kataku yang salah, jadi ku cuek saja
anak itu langsung berbalik ke mejanya
aku tetap cuek dan melanjutkan kerja
sore harinya, tanpa sengaja IG story dia lewat di berandaku
disitu ku lihat dia posting tulisan kira2 begini "kamu mempermainkan aku dengan bilang bahwa kamu tidak tau tentang 'rahasia' yang aku maksud, seandainya saja dari awal kamu bilang bahwa kamu tau tentang rahasia itu, kita bisa menjadi teman untuk waktu yang lama. sekarang aku sudah tidak mau berteman denganmu"
kira-kira seperti itu
waktu itu aku ga mengira IG story dia ditujukan ke aku
esoknya dan beberapa hari setelahnya, sikap anak itu berubah, dia menjauhi aku dan jutekin aku
dan dari sumber yang sangat bisa dipercaya, dia bilang bahwa dia kesal sama aku karena aku tau duluan tentang sakitnya ibu si X tapi ngga bilang dia
😂😂😂😂 aku speechless
ga habis pikir 😆
dan ga bisa mengerti sampai sekarang permasalahannya dimana
namun, dari kejadian itu aku jadi tau bahwa sebenernya yang naksir itu adalah dia yang naksir X, bukan si X yang naksir dia 😂
namun, dari kejadian itu aku jadi tau bahwa sebenernya yang naksir itu adalah dia yang naksir X, bukan si X yang naksir dia 😂
tapi, lagi-lagi itu bukan urusanku
jadi ku tetap menjalankan hidup seperti biasa, tapi aku mulai menjaga jarak dari si anak aneh yang ga bisa aku mengerti jalan pikirannya itu
dan Alhamdulillah, sejak menjaga jarak hidupku terasa lebih nyaman
dan Alhamdulillah, sejak menjaga jarak hidupku terasa lebih nyaman
berkali-kali dia mencoba untuk dekat denganku lagi, tapi aku tidak memberi ruang banyak
ku tetap sesekali ngobrol, tapi untuk hangout, aku sudah tidak mau
ku tetap sesekali ngobrol, tapi untuk hangout, aku sudah tidak mau
lucunya, dia semakin kesal aku tidak mau lagi hangout sama dia
ku santai saja, ku tetap tidak mau hangout sama dia wkwkwkwk
dia berusaha membujuk teman-teman yang lain untuk menjauhiku
tapi teman-teman kenal aku sudah +/- 10th, jauh lebih lama dari kenal dia
ku santai saja, ku tetap tidak mau hangout sama dia wkwkwkwk
dia berusaha membujuk teman-teman yang lain untuk menjauhiku
tapi teman-teman kenal aku sudah +/- 10th, jauh lebih lama dari kenal dia
dia itu bisa dibilang 'new comer' dilingkungan kami, jadi teman-teman bisa lebih lihat mana orang yang 'waras' dan 'membumi' dan mana yang tidak
aku tidak perlu bersikap pura-pura manis supaya disukai teman-teman. mereka menyukai aku dengan apa adanya aku
bujukan dia tidak mempan, teman-teman tetap hangout sama aku
hingga akhirnya dia cari teman hangout diluar lingkungan ruangan kami
sejak itu, dia semakin menjadi-jadi sikapnya ke aku
setiap ada masalah dirumah, dia bawa ke lingkungan kami dan hanya aku yang dia jutekin
kegiatan 'menyindir' kampungan dia di medsos semakin menjadi-jadi
akhirnya ku benar-benar block dia dari hidupku
menurutku, anak itu sudah sangat tidak sopan, membawa negative vibes
dan aku tidak mau hari-hariku dicemari oleh dia
hingga sampailah ke saat dimana dia harus 'pergi'
waktu dengar kabar itu, aku surprised saat mendengar hampir semua teman bilang "ha?! dia resign? gue selametan! 😂"
pelajaran yang ku petik "percuma penampilan wah, jabatan mentereng, tapi ga ada attitude plus arogan sampai-sampai pas kita harus pergi orang-orang mau selametan"
pelajaran yang ku petik "percuma penampilan wah, jabatan mentereng, tapi ga ada attitude plus arogan sampai-sampai pas kita harus pergi orang-orang mau selametan"
membumilah.. santai saja
kedudukan kita semua sama
dicintai lalu dirindukan saat pergi itu lebih baik daripada pura-pura disukai dan saat pergi semua orang bersuka cita
kedudukan kita semua sama
dicintai lalu dirindukan saat pergi itu lebih baik daripada pura-pura disukai dan saat pergi semua orang bersuka cita
No comments:
Post a Comment