Jan 15, 2020

Perjuangan Menghidupi Anak-Anak #1

Hai.. apa kabar ?

udah lama banget aku ngga coret-coret di blog ini, karena ada beberapa kesibukan dan aku juga bolak-balik ke RS untuk meng-kick out beberapa penyakit yang menyerang tubuh renta ini *halah 😂

kebetulan hari ini aku rada lowong, aku mau share sedikit ke teman-teman tentang perjuangan aku menghidupi anak-anakku sendirian tanpa support sama sekali dari mantan suami selama 13 tahun terakhir ini

sejak awal menikah aku memang selalu bekerja, sedangkan suami, kerjanya on-off

bisa dibilang selama 10th menikah, dia membantu membiayai keluarga hanya 6 bulan saja

jadi, saat bercerai, aku masih tetap bekerja

namun, akibat perceraian, aku harus pindah kota dan menyewa tempat untuk aku tinggal bersama dengan anak sulungku, sedangkan anak bungsuku aku titipkan ke Mamaku dikota lain. Tentu saja pengeluaran jadi bertambah, karena ada biaya sewa dan aku juga harus bertanggung jawab untuk pengeluaran anak bungsuku selama ia kutitipkan di Mama

Mantan suami menolak memberikan nafkah kepada anak-anak, walaupun aku sudah minta. Saat anak sakitpun dia juga menolak meng-cover biaya dokter dan Rumah Sakit, walaupun saat itu dia sudah punya penghasilan

Dilain sisi, gajiku tidak cukup untuk menutupi semua pengeluaran. Pendapatan dari menjadi dropshipper mainan anak-anak yang aku tekuni selama 6th juga tidak bisa membantu. Akhirnya aku memutar otak dan akhirnya aku memutuskan bahwa aku harus punya stock barang sendiri dengan jenis mainan yang berbeda dari yang biasa aku jual (dari menjadi dropshipper)

Saat itu sedang booming website Multiply, aku jualan di website itu dengan system PO +/- 1 minggu. semua pesanan aku kirim di hari Sabtu

Pasar Pagi dan Asemka lah yang aku lirik sebagai tempat aku membeli dagangan

Setiap Sabtu subuh aku sudah jalan ke Asemka by Bus, sering aku tiba jam 7.30 disana. Terlalu awal, jadi aku harus menunggu sampai toko-toko disana buka +/- jam 9

Kalau orderan di minggu itu tidak terlalu banyak, dan jika ada uang yang bisa aku 'putar' seringnya aku membeli Mainan lagi untuk dijual dengan Tag "Ready Stock"

Setelah dapat semua orderan, aku langsung pulang. Tak bisa berlama-lama disana karena aku harus melanjutkan pekerjaan dengan mem-packing dagangan untuk dikirimkan di hari yang sama. Namun tak segampang itu saudara-saudara se-tanah air 😃

karena traffic Jakarta yang tiada ampun macetnya kalau weekend, seringnya aku harus menunggu bus berjam-jam. terkadang harus menunggu sampai 4 jam

Nah, aku menunggu bus didekat stasiun kota, persis depan gedung BNI (kalau aku ngga salah), sambil duduk dihalte menunggu Bus, dagangan aku aku taro didepanku, nah ada aja orang yang lewat membeli mainanku 😄 lumayan banget kan ?

kegiatan dagang inilah yang membantu aku menutupi sebagian pengeluaranku. Alhamdulillah 

Rutinitas ke Pasar Pagi setiap Sabtu aku jalankan +/- 2 tahun

Hingga akhirnya ada satu kenyataan yang membuat aku harus menghentikan Rutinitas ini

~~~~~~~~~~

lanjut ke Blog selanjutnya ya 👉 PART 2 😊

No comments:

Post a Comment

NEWEST

Track ajib Tanpa Bonus GUNUNG CIKURAY 2.821mDPL

jangan terkecoh dengan ketinggian gunung ini ya gaess.. walau dibawah 3.000mDPL tapi tracknya ampun-ampunan ngga ada bonus jadi siapkan ment...