Jan 13, 2020

Tahun Kedua setelah Bercerai

 di tahun ini saya memulai kehidupan hanya berdua si sulung saja

saya me-review beberapa point penting, yaitu :


YANG BERKAITAN DENGAN ANAK. seperti yang pernah saya tulis di SINI saya melakukan hal-hal sebagai berikut :

  1. mencari sekolah yang aman untuk anak (saya menganggap anak saya adalah anak yang bermasalah saat itu, jadi saya mencarikan sekolah yang special untuknya)
  2. perlahan menyembuhkan trauma anak (anak saya ketakutan setiap melihat sosok laki-laki dewasa, jadi saya jelaskan bahwa tidak semua laki-laki dewasa itu orang jahat. saya contohkan paman2nya, saya ajak dia berkenalan dengan teman2 mendaki saya dan Alhamdulillah, berhasil)
  3. Tutup akses jika mantan pasangan membahayakan anak-anakmu (saya tidak pernah ingin memisahkan anak-anak dari Papa nya, tetapi mantan suami menganggap anak-anak adalah musuhnya. suatu hari, saat sedang bersama papanya, si sulung menelpon saya sambil menangis minta dijemput karena dia dikejar oleh Papanya sambil membawa pisau 🙈)
  4. sibukkan anak dengan banyak kegiatan (selain sibuk ekskul disekolah, si sulung saya daftarkan ke sekolah Sepak Bola)
  5. manfaatkan waktu luang dirumah untuk melakukan 'deep talk' dengan anak (di fase ini saya mulai menjelaskan kepada anak saya bahwa perceraian saya dengan papanya bukan kesalahan dia atau adiknya. semuanya murni kesalahan saya)
  6. tanamkan ke benak anak bahwa walau hanya kalian saja, kalian bisa Bahagia
  7. build happy vibes di rumah and bring happy spirit setiap kamu tiba dirumah, walau dikantor harimu buruk
  8. tunjukkan bahwa anak-anakmu dicintai dengan memberi kejutan-kejutan manis kepada anak (beberapa kali saya membuat surprise manis kepada si sulung dengan melibatkan guru sekolah dan teman-temannya. everyone are happy 💗)

TERKAIT DENGAN DIRI SAYA SENDIRI

saya menyadari betul bahwa perceraian itu menorehkan luka di semua anggota keluarga. selain anak-anak, sayapun ada luka
saya selalu berfikir bahwa a happy parent create happy kid. jadi saya juga harus happy outside and inside dulu untuk bisa membuat happy anak-anak

saya me-review hal-hal sebagai berikut di tahun kedua ini :
  1. Jika kemarin-kemarin kamu begitu tertutup pada dunia mengenai semua permasalahanmu, tidak ada salahnya di tahun ini kamu mulai share ceritamu (saya mulai open untuk sharing perasaan saya ke beberapa teman dekat, tetapi, curhat-an terdalam saya hanyalah dengan Tuhan. setiap saya mendaki gunung, saya sudah siapkan curhat-an saya di secarik kertas. saat tiba di puncak, saya akan ambil private space and time untuk ngobrol dengan Tuhan, lalu surat itu akan saya kubur di tanah. sugesti saya adalah, kesedihan saya tersebut sudah saya buang dan tidak boleh mengikuti saya pulang. Alhamdulillah ini berhasil, guys 😁)
  2. di tahun ke 2 ini, saya masih 'emosi' jika mendengar ada orang merendahkan status Janda 😃
  3. sibukkan dirimu dengan kegiatan tambahan (karena gaji saya tidak begitu besar, saya mulai menyibukkan diri dengan toko online saya yang sempat terbengkalai. saya berjualan Mainan Edukatif)
  4. untukmu yang sudah punya anak, menurut saya tahun kedua ini anak-anak belum siap untuk menerima anggota keluarga baru, jadi fokuslah dengan hal yang lain ya 😄 (di tahun ini, ada seseorang mendekat, namun anak saya banting pintu setiap orang itu datang 😄, karena prioritas saya adalah anak saya, sangat mudah bagi saya menutup kembali hati untuk hubungan yang baru)
  5. apapun alasan perceraianmu, menurut saya, di tahun kedua, mentalmu masih belum stabil untuk menikah lagi (di fase ini pikiran saya masih tercampur-campur dengan urusan 'menyembuhkan luka hati anak', pekerjaan kantor dan keinginan untuk menambah penghasilan. jadi, untuk benar-benar fokus menilai sosok pendamping baru, saya merasa waktunya kurang)

HEALING UNTUK KAMI BERDUA
  1. ajak anak ke tempat yang memberi ia dan dirimu sendiri life lesson (di waktu luang, sesekali si sulung saya ajak ke Panti Asuhan tempat saya pernah jadi volunteer, saya ingin dia mendapatkan 'pelajaran tambahan' dengan melihat anak-anak yang kurang beruntung disana)
  2. ajak anak spending time ke tempat yang fun untuknya dan kamu (terkadang saya ajak si sulung ke bioskop, berenang atau berkutat di toko buku)
  3. hindari pembicaraan tentang mantan pasangan jika ia adalah orang yang telah menyakitinya
  4. Jika point 3 terjadi, saya akan menjawab pertanyaan anak saya di point pentingnya saja, itupun saya jawab dengan jawaban yang positif, lalu saya belokkan arah pembicaraan ke bahasan tentang cita-cita masa depannya
  5. let go apa yang sudah terjadi. ikhlaskan. saya pribadi tidak suka membahas apapun tentang mantan pasangan. jangan buang-buang waktu membicarakan kejelekan orang lain. jangan biarkan hatimu dan anakmu menjadi hitam hanya karena orang yang tidak berguna di hidup kalian. lebih baik fokus membangun masa depan yang lebih cerah dan happy
  6. bikin situasi dirumah Fun, banyakin ketawa, entah itu dengan menonton acara lawak, film lucu, dll
sekian dulu dari saya

jaga diri  kalian baik-baik ya. tetap semangat dan jangan lupa untuk SELALU BAHAGIA apapun situasinya 💖

No comments:

Post a Comment

NEWEST

Track ajib Tanpa Bonus GUNUNG CIKURAY 2.821mDPL

jangan terkecoh dengan ketinggian gunung ini ya gaess.. walau dibawah 3.000mDPL tapi tracknya ampun-ampunan ngga ada bonus jadi siapkan ment...