Jan 1, 2020

Membuat Keputusan untuk Bercerai

 


jujur saja, saat membuat keputusan untuk bercerai adalah masa terberat dalam hidup saya

budaya kita yang masih menganggap bahwa perceraian itu aib, benar-benar memberatkan langkah

saya terlahir dilingkungan yang masih tradisional, sedangkan jalan pikiran saya agak open minded

open minded disini adalah saya mulai memikirkan bahwa rasa BAHAGIA dalam menjalani kehidupan itu SANGAT PENTING. walaupun untuk menjadi Bahagia itu artinya tidak lagi bersama pasangan

= = = = =

saya menyadari bahwa saya tidak bahagia dengan pernikahan saya disaat pernikahan menginjak usia 3 tahun

sejak awal pernikahan, sayalah yang menjalankan kewajiban 'menafkahi keluarga' sedangkan mantan suami sama sekali tidak ada usaha untuk mengambil alih kewajiban tersebut. bahkan ia terlihat 'menikmati' hari-hari santainya dirumah, ia tetap menikmati rokoknya yang ia beli diam-diam dari uang jajan untuk anak-anak yang saya tinggalkan setiap akan berangkat kerja.

saat itu, my 1st born baru berusia sekitar 1,5 tahun

hal lainnya yang membuat saya sangat ingin bercerai adalah, kebiasaan mantan suami yang selalu mengancam akan mengajak my 1st born bunuh diri bersama jika saya complain apapun tentang dia

saya sempat mengutarakan keinginan untuk berpisah dengan suami ke mama saya, namun saya tidak menceritakan tentang ancaman bunuh diri yang selalu disampaikan suami, yang saya sampaikan hanya keletihan saya yang harus terus bekerja demi keluarga, menentang keinginan hati yang sangat ingin bisa mengurus anak dirumah. saya kehilangan masa-masa kecil anak saya gara-gara saya harus meninggalkan rumah untuk menjalankan kewajiban suami. saya haus akan keinginan menikmati menurus anak sendiri dirumah

namun, mama dengan tegas menolak keinginan saya untuk bercerai "kasihan anakmu, nanti dia akan jadi anak yang broken home. malu dengan teman-teman dan lingkungannya karena orang tuanya bercerai"

saya menuruti perkataan mama. saya berusaha menerima kondisi yang sebenarnya bertentangan dengan hati nurani saya

namun, saya tetap tidak merasa bahagia

di tahun ke 5, saya mulai serius memikirkan tentang Perpisahan

namun, lagi-lagi, setiap saya mengutarakan niat berpisah ke Mama, Mama dengan tegas menolak

akhirnya saya mengadu kepada Tuhan
tak putus sholat Tahajud, meminta petunjukNya

sebenarnya, tak butuh waktu lama, Tuhan sudah menjawab doa saya. Dia sudah memberikan petunjuk, namun saya tidak mengerti bahwa itu adalah jawaban dari doa-doa saya selama ini

saya tetap melanjutkan pernikahan, walau dengan hati yang hampa

hingga akhirnya di tahun ke 8 pernikahan, tanpa saya sadari saya hamil my 2nd born. saya tahu bahwa saya hamil itu saat kehamilan menginjak bulan ke 2

lagi-lagi saya menganggap itu adalah jawaban Tuhan bahwa saya harus melanjutkan pernikahan

akhirnya saya buang jauh-jauh keinginan untuk pisah. saya fokus dengan kehamilan

hingga akhirnya tepat ditahun ke 10 pernikahan, Tuhan kasih petunjuk lain yang lebih 'menampar' saya untuk sadar bahwa memang saya lebih baik bercerai

mantan suami ketahuan jatuh cinta dengan wanita lain, diapun melakukan kesalahan keuangan sehingga ia harus mengganti rugi ratusan juta kepada orang lain

mantan suami meminta saya untuk mengganti uang orang tersebut. sedangkan saya tidak punya uang sebanyak itu, hingga akhirnya mantan suami menawarkan saya sebagai 'bayaran' kepada orang yang dia rugikan

mendengar hal ini, keluarga saya akhirnya menyetujui keinginan saya untuk bercerai

akhirnya, setelah melalui berbagai drama, karena mantan suami tidak mau bercerai, persidangan perceraian kami sempat terkatung-katung, hingga akhirnya saya dan dia resmi bercerai saat my 1st born baru berusia +/- 9th dan my 2nd born berusia +/- 1.5th

saat hakim mengetuk palu di tahun 2010, saya harus merelakan my 1st born dibawa lari mantan suami dan menitipkan my 2nd born ke mama dikota lain, demi keselamatannya

saya benar-benar menyesal kenapa tidak lebih awal menceraikan dia, dan setelah saya ingat-ingat lagi kejadian-kejadiannya, ternyata Tuhan sudah menjawab doa saya di tahun pertama doa saya panjatkan

sayanya yang bodoh, tidak mengerti bahwa itu sebenarnya adalah jawaban

No comments:

Post a Comment

NEWEST

Track ajib Tanpa Bonus GUNUNG CIKURAY 2.821mDPL

jangan terkecoh dengan ketinggian gunung ini ya gaess.. walau dibawah 3.000mDPL tapi tracknya ampun-ampunan ngga ada bonus jadi siapkan ment...